Mempercepat Loading Blog WordPress dengan Plugin Autoptimize

www.domainesia.com

Mempercepat Loading Blog atau website adalah salah satu hal yang penting untuk dilakukan setiap blogger/admin blog. Karena salah satu faktor penentu posisi website kita berada di halaman pertama pencarian Google atau tidak adalah kecepatan loading blog saat user hendak membukanya.

Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan membuat source code blog kita se-simple mungkin. Se-sedikit mungkin baris code yang di-load oleh web browser. Karena komputer (web browser) menampilkan website kita ke user dengan membaca source code baris demi baris, makin banyak baris yang harus di baca, makin lama website kita akan muncul secara penuh kepada user.

Mempercepat Loading Blog WordPress

Nah, bagi pembaca setia WPKamt.com saya akan menyampaikan sebuah rahasia saya dalam mempercepat loading blog ini. Yaitu dengan cara menjadikan source codenya lebih sederhana, lebih ringkas. Sehingga web browser bisa lebih cepat mencernanya, walau panang satu baris code jadii akan sangat panjang sekalipun.

Adapun cara mempercepat loading blog WordPress kali inin adalah dengan menggunakan sebuah plugin yang bernama Autoptimize. Plugin ini akan mempercepat loading blog kita dengan cara menggabungkan beberapa script pendukung blog kita seperti JavaScript dan juga CSS menjadi satu, lalu memanggilnya sekali saja.

Autoptimize WordPress Plugins Review

Lebih kerennya lagi, baris code untuk memanggil script pendukung tadi akan dibuat satu baris (inline) juga dengan source code HTML blog kita.

Kalau kamu ingin tahu bagaimana bedanya, coba deh pencet tomblol CTRL + U secara bersamaan, kamu hitung berapa baris code yang menjadikan halaman ini bisa kamu nikmati. Bandingkan dengan blog kamu.

 Langsung saja, kita mulai tutorial mempercepat loading blog WordPress dengan plugin Autoptimize ini ya. Step by stepnya adalah sebagai berikut;

1. Download dan Install plugin WordPress dan aktifkan Autoptimize.

2. Masuk setting plugin Autoptimize dan lakukan setting seperti gambar berikut;

Mempercepat Loading Blog WordPress AutoptimizeSetting dari plugin Autoptimize ini memang sederhana dan sangat simple, terdiri dari pilihan untuk mengoptimasi 3 unsur utama source code sebuah website; HTML, CSS dan JavaScript.

Di sini saya juga mencentang pilihan ‘Keep HTML Comment?’ agar komentar dari script iklan Google AdSense saya tetap berada di sana, jaga – jaga saja agar iklannya tidak gagal tampil karena terjadi kesalahan.

Hal yang perlu dipertimbangkan untuk mempercepat loading blog

Dengan mengikuti tutorial ini, blog kamu nantinya sudah akan loading dengan lebih cepat dari biasanya. Ada konsekuensinya juga sih, yaitu pemakaian space hosting yang akan jadi lebih banyak. Karena ada space yang dipakai untuk menyimpan berkas teroptimasi dari Autoptimize ini.

Akan tetapi saya tetap menyarankannya, karena efeknya bagi kecepatan loading blog yang lebih cepat jauh lebih berguna.

Pastikan juga hosting yang kamu pakai adalah hosting dengan kualitas server yang tangguh. WPKamt.com sendiri menggunakan jasa cloud hosting Indonesia pertama, Dewaweb untuk memastikan performa server yang tangguh dan bisa diandalkan.

Terakhir, saya tidak menggunakan plugin caching yang menyimpan seluruh halaman website/blog menjadi HTML statis saja, karena dengan plugin semacam itu biasanya space yang akan dipakai jadi semakin banyak lagi.

Sekian, semoga bermanfaat 🙂

Yuk Bagikan:

31 pemikiran pada “Mempercepat Loading Blog WordPress dengan Plugin Autoptimize”

  1. Selama ini saya hanya tau WP super cache untuk mempercepat loading wordpress ternyata plugin yang satu ini bisa juga digunakan untuk mempercepat loading wordpress terima kasih infonya…

    Balas
  2. script plugin ini ringan dan sebagai alternatif WP Super Cache. Terbukti sekali kalo loading blog ini cepet banget saya buka di hp. Aku lebih suka yg kek gini daripada semacam Cache yg harus nunggu jeda waktu buat tampil update terbaru.

    Balas
  3. Jika saya menggunakan w3 total cache nilai GTMetrix saya A. Jika menggunakan autoptimize tanpa w3 total cache, dapat nilai B.

    Selain itu, ketika di buka di HP, ada beberapa tampilan yang tidak sebagaimana mesti nya. Jadi kalo saya lebih pilih ke cache sih, tapi semua itu sesuai selera.

    Jika website banyak design, seperti carousel dan lain lain, autoptimize malah mematikan fungsi ini. Jadi menurut saya autoptimize sangat cocok untuk website standart yang tidak banyak design macam macam. Seperti blog yang simple ini 🙂

    Balas
    • Sebenarnya ada advanced settingnya juga kalau mau menggunakan setingan yang lebih aware dengan script berkenaan dengan carousel dll, jadinya bisa tetap bisa dijaga tampilan keren yang diinginkan. Kalau saya sih cenderung membuat web/blog saya buat tampil sederhana saja, biar cepat loadingnya dan pembaca mudah dalam bernavigasi/membaca konten – konten yang saya sediakan.

      Balas
  4. Kalau saya pribadi sih gapernah makek plugin, cuman optimasi dibagian .htaccess nya ajah. Alhamdulillah hasilnya juga lumayan. Toh plugin kan ngubah .htaccess juga, terkadang dampak negatif plugin resource yg digunain jadi gede. cmiiw.

    Balas
    • Setahu saya tiap plugin mempunyai fungsinya sendiri mas, dan dalam pembahasan ini, dengan menggunakan Autoptimize web kita akan menyajikan source code yang lebih teroptimasi sebelum dimuat di browser pembaca kita. Jadi pastinya akan menjadikan loading website kita lebih cepat daripada tanpa Autoptimize.

      Justru saya heran, apa dampak yang diakibatkan dari perubahan .htaccess yang dilakukan plugin? Soalnya secara default saja, WordPress juga memiliki berbagai pemilihan struktur permalink, yang mana pilihan ini memiliki konsekuensi berubahnya .htaccess.

      Mungkin kasusnya per plugin saja ya, soalnya tidak semua plugin berkaitan sama sekali dengan .htaccess.

      Setelah saya lihat, web mas Jefry menggunakan ExpresionEngine, bukan WordPress.

      Di sini mas mendiskusikan WordPress apa EE ya? Hehehe…

      Balas
      • WordPress mas, saya dulu sebelum makek EE juga makek wordpress kok. Nah di situ saya buat mempercepat loading blog enggak makek plugin cuman optimasi di bagian .htaccess.

        Dampak yang dilakukan .htaccess yang dilakukan plugin. Ketika saya menggunakan wordpress, dari sekian banyak plugin buat mempercepat blog, rata-rata mereka mengubah pengaturan yg ada di .htaccess mas. Misal dengan mengaktifkan gzip compression, mod_deflate, mod_expires dll. Kan itu semua diaktifkan melalui .htaccess juga. hehehe

        Iya mas, dari pengalaman saya dulu, beberapa plugin untuk mempercepat blog emang sering menggunakan resource yg lebih banyak. Seperti W3 Total Cache itu.

        Balas
        • Maaf baru balas, sebelumnya saya tidak memperhatikan komentar balasan ini lagi.

          Sepengetahuan saya, gzip compression, mod_deflate, mod_express dll itu bagian dari module Apache web server mas, biasanya nyala atau tidak bergantung setingan web server, tidak berkaitan dengan .htaccess.

          CMIIW 🙂

          Balas
    • Yang paling simple pastikan resolusi gambar yang dipost sesuai dengan keperluan saja, plus dikompres dengan program semacam RIOT mas. Saya nggak pernah makai blogger lebih dari seminggu berturut – turut soalnya, hehe..

      Balas
  5. ini ngerusak tata letak Website gak mas, soalnya saya pernah pakai render blocking websitenya langsung acak-acakan. terima kasih atas pencerahannya

    Balas
  6. Kalau menurut saya, kunci dasar dari cepat atau tidaknya loading suatu blog self hosted itu tergantung dari layanan hosting yang digunakan. Walaupun sebaik-baik plugin untuk mempercepat loading, tetapi layanan hostingnya pas-pasan (dibawah standar), ya sama saja hasilnya (tidak seperti yang diharapkan). Bener nggak min?

    Balas
    • Ya memang hostingnya sendiri sangat menentukan, seperti yang saya pakai, Dewaweb, tidak diragukan lagi laoding servernya cepat, karena menggunakan Litespeed yang lebih cepat dari Apache.

      Dan dengan menambahkan plugin caching seperti Autoptimize ini menjadikan loadingnya makin kencang, jadi pengunjung akan nyaman saat membuka – buka website kita.

      Balas
  7. Mas Tiyo, sebaiknya kita pasang ke 2 nya bersamaan atau pilih antara Autoptimize dan wp super cache, untuk hasil lebih baik. mohon pencerahannya. Trimakasih, Sigit

    Balas
      • jika autoptimize dan wp superchache dipake bareng, masalah gk mas? apa saja kemungkinan risikonya bagi blog kita kalo dipake barengan?
        saya baru nyoba autoptimize ini dan wp sprchache sudah terpasang sejak lama. mohon saran. kalo mau cek TKP, blog saya carusermagz.com
        makasih mas Tiyo

        Balas
        • Kalau tidak salah dulu saya pernah menggunakan konfigurasi yang sama, secara logikanya sih mereka bisa bekerja bareng, karena WP Super Cache akan membuat cache berupa file HTML dari setiap halaman, sementara dsri file ini baru CSS dan JS yang dibentuk Autoptimize dipanggil.

          Tapi kalau sekarang berhubung hosting di Dewaweb sudah built it ada LiteSpeed Cache saya sudah nggak memakainya.

          Balas
  8. Halo,
    Sepertinya saya pernah coba autoptimize tapi tepat seperti kata @Andra hasil gtmetrix malah turun.

    Awalnya saya sangat suka menggunakan WP Super Cache karena setingnya mudah, tapi setelah mempelajari kedalam W3 Total Cache khususnya pada bagian minify. Kita dapat melakukan minify js dan css yang sourcenya dari luar.

    Selain itu saya juga sempat integrasikan dengan CDN sehingga membuat hasil di gtmetrix menjadi lebih bagus lagi.

    Skor gtmetrix di kisaran 95 untuk themes berat sekelas enfold.

    Dan masalah htaccess yang disampaikan @Jefry Dewangga biasanya setting di htaccess untuk browser cache. Tapi sepemahaman saya itu tidak maksimal karena yang di cache hanya file yang bersifat statik seperti file gambar, file html.

    Sedangkan file yang bersifat dinamik tidak di cache. Kecuali menggunakan salah satu plugin cache seperti yang disebutkan juragan @Tiyo diatas.

    Sebagai bukti penggunaan W3Total Cache https://gtmetrix.com/reports/pusathosting.com/k7WDw68e

    Maaf komentar ini tidak perlu di approve apabila dianggap promosi karena melampirkan nama domain.

    Balas
    • Sebuah sharing yang sangat bermanfaat mas Hadi. Sepertinya saya butuh belajar lagi, mungkin experiment juga dengan berbagai plugin yang diusulkan teman – teman di sini dan juga optimasi setingan .htaccess untuk kecepatan blog yang maksimal.

      Tentang komentarnya, saya putuskan untuk approve mas, saya tidak bisa menolaknya karena komentar yang memberikan masukkan berharga untuk pembaca. Banyak komentar yang saya buang dan masukkan spam, dari siapa saja, jika hanya sekedar say hai, mencantumkam keyword dalam nama atau yang websitenya berhubungan dengan judi dan obat kuat.

      Biarlah pembaca tahu mas dari PusatHosting, walau saya menggunakan dan merekomendasikan Dewaweb, toh pembaca punya hak memilih produk mana yang cocok buat mereka.

      Balas
  9. Halo mas Tiyo.

    Tipsnya bagus sekali, menggunakan WP-Autoptimize untuk meminify file JS dan CSS, namun menurutku tips ini tidak cocok untuk semua tipe website, karena kemungkinan akan ada fitur atau fungsi tertentu yang rusak/tidak berfungsi jika seluruh file JS diminify.

    Dalam kasus websiteku, sebelumnya aku juga menggunakan plugin WP-Autoptimize, hanya saja ada plugin, seperti plugin Thrive Leads (plugin email marketing), dan Q2W3 fixed widget menjadi tidak berfungsi.

    Saranku, sebaiknya kita perlu memilih mana file JS yang perlu diminify dan yang tidak dengan menggunakan rekomendasi dari Google PageSpeed Inisights, kemudian diminfy menggunakan plugin W3 Total Cache secara manual.

    Tanpa bermaksud promosi, mungkin penjelasan berikut dapat bermanfaat :
    http://penasihathosting.com/mempercepat-loading-website/#tab-con-12

    Balas
    • Hai mas Randika,

      Masukan yang membantu bagi yang memiliki kendala dengan plugin ini mungkin. Kalau saya sendiri sih tidak pernah ada masalah ya antara Autoptimize dengan Q2W3 fixed widget dan plugin yang pernah saya pakai sebelumnya, di berbagai blog yang saya miliki. Mungkin ada pengaruh ke hostingnya juga kali ya.

      Balas
  10. Benar sekali, Mas. Loading blog saya jadi lebih cepat setelah menginstal plugin Autoptimize ini. Selain itu, pengaturannya juga mudah dan simpel. Baris kode postingan blog saya juga turun sekitar 90 persen kalau dicek lewat tombol CTRL + U. Saya ucapkan terima kasih karena postingan ini sangat bermanfaat bagi saya.

    Balas

Tinggalkan komentar