Menjadi Desainer Grafis dengan Linux, Bisakah?

Cloud Hosting Terbaik Indonesia

Linux adalah salah satu pilihan sistem operasi yang sudah ada dari zaman dahulu kala, bahkan mungkin sebenarnya OSX dan juga Windows adalah sistem operasi yang akarnya berasal dari Linux/Unix juga.

Akan tetapi, sejak awal maraknya penggunaan komputer, terutama di Indonesia dari akhir 90an sampai sepuluh tahun ke belakang, pengguna Linux masih bisa dibilang sangat jarang.

Kenapa Pengguna Linux Sedikit?

Mungkin waktu Windows 7 belum begitu banyak yang mengadopsi, saat kebanyakan pengguna komputer desktop menggunakan WindowsXP, bisa dibilang Linux masih sangat jarang digunakan untuk pengguna harian karena beberapa alasan.

Mulai dari tampilannya yang ala kadarnya, atau mungkin justru norak dan berat kalau pakai compiz, dan juga pastinya kompatibilitas file office dan minimnya software kreatif di Linux.

Jangankan untuk menjadi desainer grafis dengan linux, baru membuat berkas Word atau Excel saja sudah ada kekhawatiran masalah kompatibilitas. Takut kalau file tidak tampil dengan baik di Windows, terutama untuk file Word yang agak kompleks, dengan berbagai konten seperti gambar, table dan juga clip art.

Untuk desain grafis, jika di Windows kita sudah tidak jarang mendengar ketenaran program seperti Adobe Photoshop atau CorelDraw, di Linux sebenarnya juga sudah sejak lama ada GIMP dan juga Inkscape.

Tapi sayangnya, sekira 5 tahun yang lalu tampilan font saat mendesain dengan kedua program tersebut tampil sangat jelek, tidak sebagus sekarang font renderingnya, disamping pilihan font seperti Google Font atau vendor lain juga belum sebanyak sekarang pastinya.

Untuk menginstall font pun waktu itu, khususnya yang saya alami, saya sama sekali tidak punya gambaran bagaimana caranya. 😛 🙁

Saya akan bahas ini nanti di akhir.

Mungkinkah Mendesain di Linux?

Saat ini sudah banyak distro Linux yang tampil keren dengan loading yang sangat cepat, Libre Office yang sangat kompatible, sehingga linux sudah mulai diadopsi banyak orang awam.

Kalau pertanyaan seperti judul artikel ini, “Menjadi Desainer Grafis dengan Linux, Bisakah?” tersebut dilontarkan kepada saya, saya dengan percaya diri akan mengatakan mungkin saja!

Karena saya sudah membuktikannya, saya sudah membuat banyak karya selama 2 tahun ke belakang.

Menjadi Desainer Grafis dengan Linux
Desain poster dakwah dengan GIMP di Ubuntu
Dewaweb
Menjadi Desainer Grafis dengan Linux memakai GIMP

Kebanyakan desain saya lakukan di GIMP, baik di Windows atau juga Linux. Akhir tahun 2018 mungkin saya masih kebanyakan menggunakan Windows di komputer kantor, walau saat itu saya sudah memakai Linux (Pakai Mint, Elementary OS, Zorin) di komputer pribadi saya.

Desain yang tampil di atas saya buat bulan lalu di GIMP pada komputer saya yang waktu itu saya install Ubuntu 20.04. Sementara saat ini saya mencoba beralih menggunakan OpenSUSE Tumbleweed (Gecko Linux) dan so far juga tidak ada masalah untuk membuat sebuah desain, berikut contohnya;

Memakai Linux untuk Menjadi Desainer Grafis
Created with GIMP

Bahkan logo Trensains TV tersebut, dengan berbagai alternatifnya adalah karya saya juga, dimana saya sudah membuat ulasannya di sini. Dan masih banyak lagi karya saya yang bisa Anda lihat di profil Instagram ini dan ini.

Solusi Masalah Desain di Linux

Seperti yang saya sebutkan di atas, masalah desain di Linux terlihat kurang menarik itu YANG UTAMA yang saya rasakan adalah karena font. Font rendering di Linux itu sungguh sangat memprihatinkan, untungnya sekarang sudah bagus, bahkan kalau untuk di office-nya kurang bagus pun, di GIMP sudah relatif bagus, tidak perlu dilakukan tuning.

Install Font di Linux

Untuk membuat desain kita makin cantik, salah satu hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan tidak memakai font standar yang ada bersama sistem operasi kita.

Semisal menggunakan Windows, jika hanya mengandalkan Trebuchet, Arial, Times New Roman, desain Anda akan terlihat biasa saja, membosankan bahkan.

Oleh karenanya sesekali berburu ke penyedia font gratis yang berkualitas, atau bisa juga ke library Google Fonts yang bisa diunduh gratis. Dalam memilih font, pastikan di sana ada kombinasi antara font keluarga Sans Serif, Serif, Handwriting dan juga sesekali Slab fonts, untuk memberikan variasi dalam desain-desain Anda.

Setelah di download, cara install bisa menggunakan aplikasi Font Manager seperti di atas.

Atau dengan cara install font di linux yang paling sederhana, copy semua font yang Anda download ke folder .fonts yang ada di home directory Anda. Cara ini terbukti paling ringkas, dan paling bisa diandalkan tanpa pusing, baik Anda menggunakan distro yang berbasis Ubuntu/Debian atau berbasis RHEL/Fedora/openSUSE seperti saya sekarang.

Menjadi Desainer Grafis dengan Linux, Bisakah?

Sekali lagi, mungkinkah? Bisakah?

Pasti bisa, kalau Anda menengok dua akun IG di atas, kalau penasaran bisa lah dilihat playlist ini. Jangan lupa subscribe, like, dan berikan komentar positif kamu 😀 🙂

Yuk Bagikan:

Tinggalkan komentar